<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pesantren As’Adiyah Sebatik - Kabar Nunukan</title>
	<atom:link href="https://kabarnunukan.com/tag/pesantren-asadiyah-sebatik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Portal Berita Kalimantan Utara</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Jul 2025 13:54:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarnunukan.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-logo-kabar-nunukan-2026-32x32.png</url>
	<title>Pesantren As’Adiyah Sebatik - Kabar Nunukan</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Lebih Dekat Pondok Pesantren As&#8217;adiyah Sebatik</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/mengenal-lebih-dekat-pondok-pesantren-asadiyah-sebatik/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/mengenal-lebih-dekat-pondok-pesantren-asadiyah-sebatik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 13:54:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren As’Adiyah Sebatik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=11804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Garda Terdepan Pendidikan di Perbatasan</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/mengenal-lebih-dekat-pondok-pesantren-asadiyah-sebatik/">Mengenal Lebih Dekat Pondok Pesantren As&#8217;adiyah Sebatik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">NUNUKAN, KN – Pondok Pesantren As&#8217;adiyah di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, selalu menerima banyak pendaftar setiap tahun ajaran baru.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada tahun 2025, lembaga pendidikan karakter dan akhlak di perbatasan RI-Malaysia ini bahkan harus menolak sejumlah calon santri karena keterbatasan kapasitas.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pesantren yang berlokasi di Jalan Bhakti Husada, RT 002, Desa Sungai Nyamuk, Sebatik Timur ini tetap memprioritaskan anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) Malaysia.</span></p>
<h6 class="p1"><span class="s1">Keterbatasan Sarana dan Prasarana</span></h6>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana,&#8221; jelas Kamal Soreyanto, penanggung jawab asrama Ponpes As&#8217;adiyah Pulau Sebatik, saat dihubungi pada Rabu (16/7/2025).<br />
</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Tahun ini, kami menambah satu kelas aliyah menjadi tiga kelas. Sementara itu, kami telah memenuhi kuota lima kelas untuk tsanawiyah dan menutup pendaftaran. Kami tidak menolak pendaftar, tetapi memang belum memiliki cukup ruang kelas.&#8221; imbuhnya.</span></p>
<h6 class="p1"><span class="s1">Peran Pesantren di Era Modernisasi</span></h6>
<p class="p1"><span class="s1">Pesantren kini menjadi pilihan utama banyak masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi dan pergaulan negatif.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Mayoritas orang tua menitipkan anak-anak mereka di pesantren karena khawatir terhadap pergaulan bebas. Pengaruh gawai yang sangat kuat merenggangkan hubungan keluarga dan membuat anak-anak sulit menerima nasihat.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Bagi orang tua yang bekerja di perkebunan Malaysia, menitipkan anak-anak mereka di pesantren menjadi pilihan bijak.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Santri tidak hanya mendapatkan ilmu agama dan umum, tetapi juga tinggal di asrama dengan aturan ketat dan pengawasan intensif dari para pembimbing.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">“Pesantren ini bertujuan menanamkan akhlakul karimah,&#8221; tutur Kamal.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami mengajarkan santri menghormati orang tua, memperbaiki hubungan dengan Tuhan, dan mengatur interaksi dengan sesama manusia.&#8221; tambahnya lagi.</span></p>
<h6 class="p1"><span class="s1">Visi Pendidikan dan Wawasan Kebangsaan</span></h6>
<p class="p1"><span class="s1">Pesantren seluas 89&#215;200 meter ini menampung lebih dari 1.200 santri dan santriwati, dengan sekitar 300 di antaranya merupakan santri mukim.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Jenjang pendidikan yang tersedia meliputi Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS), hingga Madrasah Aliyah (MA).</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Karena lokasinya di perbatasan negara, Kamal menekankan pentingnya pendidikan wawasan kebangsaan dengan melibatkan TNI.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Dengan bermanhaj Ahlussunnah Wal Jamaah, Ponpes As&#8217;adiyah berupaya menanamkan fondasi agama yang kuat kepada generasi bangsa di perbatasan,&#8221; ungkap Kamal. </span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami mendidik anak-anak bangsa menjadi pribadi yang religius, nasionalis, dan patriot.&#8221; tegasnya.</span></p>
<h6 class="p1"><span class="s1">Sejarah dan Kontribusi Pondok Pesantren As&#8217;adiyah</span></h6>
<p class="p1"><span class="s1">Pondok Pesantren As&#8217;adiyah Pulau Sebatik merupakan cabang dari ponpes yang berpusat di Kota Sengkang, Sulawesi Selatan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pada tahun 2014, pengusaha Pulau Sebatik, Haji Ali Karim, membeli lahan dan membangun pesantren ini yang awalnya hanya memiliki satu gedung. Angkatan pertama hanya terdiri dari 12 santri.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Untuk mengatasi kekurangan santri, pihak pesantren akhirnya menerima sejumlah siswa sekolah umum yang dikeluarkan karena masalah kedisiplinan atau kenakalan.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">Pesantren yang dipimpin oleh Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta dan Menteri Agama RI saat ini, juga menjadi lokasi pendidikan alternatif bagi anak-anak TKI Malaysia.</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Ponpes As&#8217;adiyah bisa dikatakan gerbang terakhir untuk pendidikan moral dan pembinaan generasi Robbani di perbatasan,&#8221; ujar Kamal</span></p>
<p class="p1"><span class="s1">&#8220;Kami berharap sarana dan prasarana semakin lengkap, sehingga kami dapat menerima lebih banyak santri dan menghasilkan insan-insan terdidik dan religius, yang siap terjun ke masyarakat dengan ilmunya.&#8221; pumgkasnya. (Dzulviqor)</span></p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/mengenal-lebih-dekat-pondok-pesantren-asadiyah-sebatik/">Mengenal Lebih Dekat Pondok Pesantren As&#8217;adiyah Sebatik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/mengenal-lebih-dekat-pondok-pesantren-asadiyah-sebatik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
