Connect with us

Hi, what are you looking for?

Politik

Surprise Lagu Ulang Tahun di Batas Akhir Pendaftaran Bacaleg Nunukan, Rahman : Saya Bukan Orang yang Tidak Paham Aturan

NUNUKAN – Riuhnya isu perayaan ulang tahun Ketua KPU Nunukan, di batas akhir pendaftaran Bacaleg pada Minggu (14/5/2023) menjadi salah satu alasan, mengapa Parpol Gelora Nunukan, mengajukan sengketa proses ke Bawaslu.

Lagu selamat ulang tahun yang mengalun pasca hitung mundur yang tadinya sebagai bentuk transparansi KPU terhadap batas waktu, menimbulkan persepsi adanya ketidakprofesionalan KPU, padahal masih ada anggota Parpol yang sedang berpacu dengan waktu untuk memperbaiki berkas mereka.

Dimintai tanggapan akan riuhnya isu dengan persepsi negatif itu, Rahman mengaku sangat menyayangkan munculnya pemberitaan tersebut.

‘’Di jam tersebut, kami hanya menghitung mundur batas akhir pendaftaran sebagai bentuk transparansi KPU Nunukan. Saya bahkan tidak ingat itu tanggal 15 Mei adalah hari ulang tahun saya, yang saya ingat hanya hitungan mundur bagi proses pendaftaran Partai Gelora,’’ ujarnya, Rabu (17/5/2023).

Rahman menegaskan, dirinya bukan orang baru yang tidak memahami aturan. Bahkan surprise ulang tahun yang disiapkan pihak sekretariat KPU ia sama sekali tidak tahu menahu.

Ia juga menyayangkan, kejadian ini, berkembang menjadi isu liar yang akhirnya dikaitkan dengan kinerja KPU Nunukan.

‘’Saya bodohkan kalau misalnya mau mengadakan acara ulang tahun di tengah acara penting seperti ini. Kita bukan juga bukan orang baru kemaren sore, yang tidak mengerti aturan terkait itu,’’ tegasnya.

Lanjut Rahman, petugas sekretariat KPU sempat menyerahkan kue ulang tahun tak lama setelah hitung mundur, dan lagu ulang tahun mengalun.

Namun demikian, jam tersebut, sudah lewat waktu tahapan, sehingga tidak patut apabila dikaitkan dengan pendaftaran Parpol Gelora.

‘’Sebelum ada hitungan mundur itu, saya sempat mengatakan mari kita hitung mundur 15 detik sebelum jam 23.59 wita, teman teman juga pegang jam, dan niatannya adalah menunjukkan transparansi KPU terkait batas waktu,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Sahabat HDI Tentukan Sikap, Ini Figur Calon Yang Akan Didukung Pada Pilkada 2024 di Nunukan

Menurutnya, ia, tidak mau menanggapi berlebihan atas pemberitaan tersebut. Namun ia cukup menyesalkan beredarnya berita yang menggiring persepsi negatif di masyarakat.

Wartawan sebagai mitra KPU, seharusnya memberikan edukasi dan informasi yang dibutuhkan masyarakat terkait kontestasi Pemilu, bukan sekedar mengejar popularitas untuk mendapat bahan pemberitaan yang viral.

‘’Saya bukan anti kritik, silahkan dikritik. Tetapi saya pikir kita harus melihat fakta yang ada, tidak mengada ada atau mencari bahan berita yang memunculkan persepsi lain di masyarakat. Kalau menurut saya, itu hanya dikait-kaitkan saja,’’ kata Rahman. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.