Site icon Kabar Nunukan

Sinergi Pusat-Daerah, Ribuan Warga Prasejahtera di Kaltara Kini Nikmati Listrik Gratis

TANJUNG SELOR – Program pemerataan akses energi di Kalimantan Utara (Kaltara) terus membuahkan hasil nyata. Ribuan rumah tangga prasejahtera di lima kabupaten/kota kini terbebas dari kegelapan berkat program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan, menyebut keberhasilan ini merupakan buah sinergi apik antara Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan Pemerintah Provinsi Kaltara.

Hingga saat ini, distribusi sambungan listrik gratis tersebut mengandalkan dua skema pendanaan utama:

  • Pemerintah Pusat (Kementerian ESDM & PLN): Menuntaskan 1.601 rumah tangga di seluruh wilayah Kaltara.

  • APBD Provinsi Kaltara: Menyelesaikan 146 rumah tangga.

“PLN sudah merampungkan pemasangan sambungan untuk kuota pusat sebanyak 1.601 rumah. Angka ini mencakup warga di lima kabupaten dan kota di Kaltara,” jelas Yosua saat memberikan keterangan di Tanjung Selor.

Meski progres fisik menunjukkan angka positif, Yosua mengungkapkan timnya masih menemui kendala teknis di lapangan. Faktor geografis dan keterbatasan infrastruktur dasar menyebabkan sejumlah warga kurang mampu belum tersentuh bantuan.

“Masalah utamanya adalah masih ada rumah warga yang belum memiliki jaringan atau tiang listrik. Kami segera berkoordinasi dengan PLN untuk memperluas jaringan agar warga yang belum terjaring tahun ini bisa menikmati listrik tahun depan,” tegasnya.

Yosua menekankan bahwa akses listrik ini harus menjadi stimulus ekonomi bagi keluarga penerima manfaat. Ia menargetkan tiga dampak utama bagi masyarakat:

  1. Ekonomi: Warga bisa membuka usaha kecil atau UMKM dari rumah.

  2. Pendidikan: Anak-anak mendapatkan pencahayaan layak untuk belajar di malam hari.

  3. Kesejahteraan: Standar hidup masyarakat prasejahtera meningkat secara umum.

Dinas ESDM Kaltara kini telah mengusulkan lokasi-lokasi baru untuk melanjutkan program ini pada tahun anggaran mendatang. Bagi warga yang berminat, Yosua mengingatkan dua syarat utama: terdaftar dalam kategori Rumah Tangga Miskin dan mengantongi validasi data dari pemerintah kabupaten/kota setempat.

“Kami sangat berharap program ini terus berlanjut tahun depan, baik melalui dukungan pusat maupun daerah. Kami sudah mengusulkan lokasi-lokasi strategisnya,” pungkas Yosua.

Exit mobile version