Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Serbuan Vaksin LANAL Nunukan dan Antusias Warga Berburu Info Vaksinasi COVID-19

Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Nonot Eko Febrianto memimpin langsung serbuan vaksin untuk masyarakat maritim di PLBL Liem Hie Djung

NUNUKAN – Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Nunukan, gencar melakukan serbuan vaksinasi untuk menekan penularan COVID-19 di wilayah Perbatasan RI – Malaysia.

Sejauh ini, LANAL Nunukan sudah empat kali melakukan serbuan vaksin kepada sekitar 2000 masyarakat Nunukan.

Serbuan vaksin yang ke empat dilaksanakan di Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung Nunukan, pada Sabtu

‘’Animo tinggi masyarakat menjadi sebuah hal positif. Kita berharap antusiasme ini terus ada sehingga semua segera tervaksin dan terbebas dari COVID-19,’’ ujar Danlanal Nunukan Letkol. Laut. (P) Nonot Eko Febrianto, disela-sela pelaksanaan serbuan vaksinasi.

Danlanal mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan serbuan vaksin dan menargetkan masyarakat wilayah maritim, pekerja pelabuhan dan nelayan.

LANAL Nunukan bahkan menargetkan jemput bola bagi para nelayan, mengingat waktu mereka banyak dihabiskan di laut saat beraktivitas.

’’Mereka bisa berbulan-bulan di laut dan itu menjadi perhatian kami. Kita juga masih punya tugas untuk melakukan serbuan vaksin di pulau Sebatik. Sementara ini kita baru fokus untuk Nunukan kota dulu,’’ katanya lagi.

Pada serbuan vaksin keempat yang dilakukan LANAL Nunukan, ada 160 dosis vaksin sinovac. Antrean panjang yang terjadi membuat sebagian warga tidak terakomodir karena alokasi vaksin tidak cukup.

Sertifikat vaksin menjadi tujuan warga.

Sejumlah warga mengeluhkan jatah vaksin yang terbatas. Beberapa dari mereka rela datang sejak pukul 07.00 WITA dan tidak kebagian vaksin berkumpul menjadi satu dan saling berkeluh kesah.

Banyak diantara mereka terus berburu info serbuan vaksin karena ingin mendapatkan sertifikat vaksin.

‘’Saya harus terus menunda pulang kampung ke Sulawesi mau jumpa keluarga. Ini sudah beberapa kali saya antre di banyak tempat setiap ada serbuan vaksin. Tapi selalu ketinggalan dan tidak kebagian karena banyak yang antre lebih pagi. Saya butuh sekali itu sertifikat vaksin,’’ kata Yuli.

Baca Juga:  Selain Diduga Akibat Terjangkit ASF, Kasus Babi Mati di Nunukan Disebabkan Penyakit SE

Senada dengan cerita Yuli, Risma juga terus berburu info vaksin. Ia juga mengaku rela antre demi mendapatkan sertifikat vaksin.

Risma mengatakan, dengan sertifikat vaksin, ia tak perlu khawatir dengan banyaknya petugas Satgas COVID-19 saat melakukan perjalanan ke luar kota.

‘’Butuh sekali kami itu sertifikat vaksin. Itu kan jadi syarat perjalanan sekarang, jadi biar antre kami jalani saja,’’ katanya.

Tanggapan Satgas COVID-19 Nunukan

Lebih lanjut juru bicara Satgas COVID-19 Nunukan Aris Suyono membenarkan, sertifikat vaksin memang menjadi salah satu syarat perjalanan ke luar daerah.

Sehingga wajar banyak warga berburu sertifikat vaksin meskipun di beberapa daerah tidak mewajibkan hal tersebut.

Hanya saja, alokasi vaksin untuk Kabupaten Nunukan masih sangat kurang. Selain dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan, alokasi vaksin yang ada juga dibagikan ke TNI – Polri sebagai instansi yang juga memiliki kewajiban dalam memberikan vaksin kepada masyarakat.

‘’Memang alokasi vaksin yang datang itu kan terbatas ya, kita selalu mengumumkan ke masyarakat ada serbuan vaksin. Tapi alokasi yang tersedia sering tidak cukup melihat antusiasme tinggi yang ditunjukkan masyarakat kita untuk vaksin,’’ jelas Aris.

Dari target vaksin sekitar 182.886 orang, saat ini sudah ada sekitar 15.454 orang yang menerima suntikan dosis 1 dan sekitar 6.323 orang yang sudah menerima dua kali suntikan vaksin di Kabupaten Nunukan. (Dzulviqor)

 1,113 dibaca,  6 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...