Laporan Reporter Radio STI (Lia)
NUNUKAN, KN – Suhaedir memancarkan energi positif saat tiba di Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada 20 Desember 2025. Atlet tuna netra asal Nunukan Selatan ini mengikuti proses klasifikasi atlet disabilitas dengan penuh antusias. Prosedur ini menjadi penentu kelas pertandingan yang sesuai bagi kondisi fisik setiap peserta.
Menjalani Asesmen Standar Nasional
Suhaedir mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan dari tim klasifikator resmi sejak pagi hari. Ia menjalani proses ini bersama pendamping dan pelatih setianya. Tim ahli memeriksa kemampuan penglihatan, fungsi gerak, hingga evaluasi teknis sesuai standar olahraga disabilitas nasional.
Langkah ini memiliki pengaruh besar bagi karier atlet. Hasil pemeriksaan akan menempatkan mereka pada kategori lomba yang adil dan kompetitif. Suhaedir melewati setiap tahapan dengan tenang dan fokus.
Membuka Jalan Menuju Prestasi
Kegiatan ini memberi pengalaman berharga bagi Suhaedir. Ia menganggap proses tersebut sebagai pintu masuk untuk berlaga pada kejuaraan tingkat daerah maupun nasional. Suhaedir ingin membawa pulang medali dan mengharumkan nama Nunukan melalui jalur olahraga.
Tarakan menjadi tuan rumah bagi banyak atlet dari berbagai wilayah Kalimantan Utara. Panitia menyelenggarakan acara ini untuk menjaring bibit unggul sekaligus memperkuat semangat inklusivitas. Mereka ingin memastikan semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi.
Tekad Kuat Melawan Keterbatasan
Suhaedir membuktikan keterbatasan fisik bukan penghalang untuk bermimpi besar. Ia menunjukkan dedikasi tinggi sepanjang sesi asesmen berlangsung. Semangatnya menginspirasi banyak pihak tentang arti perjuangan dan kerja keras.
Kini, ia menunggu hasil klasifikasi tersebut dengan optimisme tinggi. Suhaedir siap melangkah lebih jauh dan mengukir prestasi di panggung olahraga yang lebih besar.

