Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pemerintahan

Sebanyak 1027 Tenaga Honorer Belum Masuk Data BKN Padahal Pendaftaran Ditutup, Ini Tanggapan BKSDM Nunukan

NUNUKAN – Kendala jaringan internet menyebabkan sebanyak1.027 tenaga honorer di Kabupaten Nunukan, belum masuk sistem dan belum terdaftar di website Badan Kepegawaian Nasional (BKN), padahal masa pendaftaran sudah ditutup 30 September 2022 lalu.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan, H. Sura’i, mengatakan, pihaknya telah memohon kebijakan perpanjangan waktu hingga 30 Oktober 2022.

‘’Kita sudah bersurat secara resmi dan masih menunggu jawaban tersebut,’’ ujarnya, Rabu (5/10).

Sura’i mengatakan, dari total 5.833 tenaga honorer di perbatasan RI – Malaysia ini, yang didata untuk diserahkan ke BKN adalah 4.288 orang.

Sementara sekitar 1.545 orang, yang baru diangkat menjadi tenaga honorer pada 2022, tidak dapat diajukan ke BKN.

Untuk diketahui, BKN mengharuskan masa kerja tenaga honor yang diserahkan harus diatas 1 tahun, berusia minimal 20 tahun dan maksimal 56 tahun.

‘’Jadi data data yang tidak sesuai dengan syarat BKN, otomatis tertolak dalam sistem. Dan perlu kami beritahukan, dari 4.288 tenaga honorer, belum tentu semua masuk sistem juga. Untuk jumlah yang sudah masuk data BKN sekitar 3.018 orang, atau sudah 90 persen lebih,’ ’imbuhnya.

Sura’i menambahkan, sebagian besar honorer yang belum terinput di pendataan BKPSDM, adalah mereka yang berasal dari wilayah pedalaman.

Antara lain, dataran tinggi Krayan, wilayah Lumbis dan pedalaman yang notabene adalat blank spot area.

‘’Bisa dibayangkan, kendala di perkotaan saja masalah signal. Kita sempat beberapa hari terkendala sistem akibat jaringan. Bagaimana untuk daerah pelosok, tentu butuh perhatian khusus,’’ lanjutnya.

Sura’i meminta para tenaga honor yang namanya belum terinput, agar tenang.

Permasalahan nama-nama honorer banyak yang belum masuk sistem dan belum selesai penginputan terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya Nunukan saja.

Baca Juga:  Barang Bukti Tindak Pidana Korupsi Kapal Tasbara Dikembalikan, Pengembalian Kerugian Negara Nihil ?

Pemkab Nunukan akan terus berusaha mencari cara untuk memastikan nama nama mereka masuk data BKN.

Terlebih, masih ada regulasi untuk uji publik atau sanggahan, dimana data tersebut akan dipublikasikan agar mendapat tanggapan masyarakat.

Nantinya, masyarakat bebas berkomentar dan memilah, mana data tenaga honorer yang tidak sesuai dan akan dicatat untuk dilakukan perbaikan di BKN.

‘’Kalau tidak ada pembukaan pendaftaran honorer gelombang kedua. Bisa jadi kami akan membawa berkas fisiknya ke BKN. Yakinlah, kami tidak diam dan terus berjuang untuk hak tenaga honor,’’ tegasnya.

Berdasarkan lini masa pendataan non ASN, tanggal 30 September 2022 merupakan tahap pra-finalisasi sehingga instansi harus sudah menutup seluruh proses pendataan honorer tersebut.

Hal tersebut, tercantum dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor: B/1511/ M.SM.01.00/2022. (Dzulviqor).

 1,678 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...