NUNUKAN, KN – Prajurit Batalyon Kavaleri (Yonkav) 13/Satya Lembuswana (SL) sukses menjegal peredaran 722 botol minuman keras ilegal asal Malaysia. Satuan Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia ini bekerja sama dengan Satuan Gabungan Intelijen saat mengendus upaya penyelundupan di titik nol negara.
Modus Estafet di Jalur Tikus Perbatasan
Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/SL, Letkol Kav. Ikhsan Maulana Pradana, mengungkap siasat licin para pelaku. Penyelundup membawa ribuan liter miras melalui jalur perlintasan ilegal di tengah rimbunnya perkebunan.
“Pelaku menggunakan modus estafet,” ujar Ikhsan pada Senin (29/12/2025) lalu.
Para pelaku mengangkut miras menyusuri jalan setapak, lalu menaruh barang tersebut di dekat patok perbatasan negara. Mereka sengaja meninggalkan muatan itu agar kurir lain mengambilnya pada waktu berbeda.
Kronologi Penangkapan Miras Ilegal di Dua Lokasi
Patroli rutin prajurit di sepanjang titik rawan membuahkan hasil besar. Ikhsan merinci dua operasi penangkapan tersebut secara detail:
• Wilayah Seimanggaris: Prajurit menyita 576 botol bir Malaysia di Km 7 Desa Sekaduyan Taka pada 27 Desember 2025 dini hari. Penyelundup langsung lari ke arah Malaysia saat melihat petugas. Meskipun aturan yurisdiksi membatasi pengejaran, tim berhasil mengangkut seluruh barang bukti ke pos penjagaan.
• Wilayah Pulau Sebatik: Petugas menemukan 146 botol miras merek Labour 5, Grand Royal, dan R&B Montoki di area patok 127, Desa Bambangan pada 28 Desember 2025 malam. Pemilik meninggalkan tumpukan kardus miras begitu saja sebelum prajurit TNI menyisir lokasi.
Total nilai ekonomi dari seluruh barang bukti tersebut mencapai Rp 49.200.000.
Perketat Pengamanan Jelang Malam Tahun Baru
Potensi lonjakan peredaran miras menjelang malam pergantian tahun memicu kewaspadaan penuh. Kini, prajurit memperketat pemeriksaan terhadap setiap pelintas batas serta kendaraan yang melewati Pos Jaga Satgas Pamtas RI-Malaysia.
“Kami terus memperkuat pengawasan di jalur perbatasan negara,” tegas Ikhsan.
Langkah tegas ini bertujuan menutup celah bagi aktivitas ilegal. TNI berkomitmen penuh menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah perbatasan Indonesia. (Dzulviqor)

