Laporan Reporter Radio STI (Akbar Agang)
TANJUNG SELOR, KN – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menuntut aksi nyata dalam pemenuhan energi di wilayah perbatasan. Langkah ini menjadi tindak lanjut cepat usai ia menemui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, langsung menerjunkan tim teknis untuk mengawal agenda besar ini. “Kami mendampingi penuh tim kementerian guna memastikan program Kaltara Terang berjalan sesuai jadwal,” tegas Yosua, Minggu (18/1)
Misi Sepuluh Hari di Jalur Sulit
Personel Dinas ESDM bersama Tim BBSP KEBTKE Kementerian ESDM menembus jalur sulit selama sepuluh hari, mulai 9 hingga 18 Januari 2026. Mereka menyasar sepuluh desa tanpa listrik di Kabupaten Malinau, Nunukan, dan Bulungan.
Yosua menyebut keterlibatan tim daerah memiliki tujuan spesifik. “Petugas kami memvalidasi setiap data bangunan di lapangan. Akurasi data ini menjamin pembangunan PLTS tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Detail Data dari Jantung Malinau
Salah satu kelompok, yakni Tim 2, fokus memetakan kebutuhan di Kecamatan Mentarang Hulu dan Malinau Selatan Hulu. Mereka merinci bangunan penerima manfaat secara mendalam, antara lain :
- Desa Long Berang: Tim mencatat 87 rumah warga dan 71 fasilitas umum.
- Desa Long Simau: Pendataan mencakup 27 rumah warga dan 21 fasilitas umum.
- Desa Long Lake: Petugas memverifikasi 92 rumah warga serta 14 fasilitas umum.
Seluruh data lapangan ini menjadi dasar perencanaan pembangunan pembangkit yang presisi. Yosua memandang kolaborasi pusat dan daerah ini sebagai kunci sukses pemerataan energi.
“Sinergi ini memangkas jarak antara kebijakan pusat dan kebutuhan riil masyarakat. Kami ingin warga perbatasan segera menikmati listrik secara merata,” tutup Yosua.

