Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Kisah Suhardi, 4 Tahun Berjuang Melawan Kusta, Sempat Diancam Diasingkan ke Hutan

NUNUKAN – Seorang penderita kusta, Suhardi (40) warga RT 01 Desa Bambangan Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara selama empat tahun hanya terbaring tak berdaya di dalam kamarnya.

Terlihat banyak bekas borok memenuhi tubuhnya, kondisi jari kakinya juga sudah tidak lengkap karena termakan kusta yang dideritanya.

‘’Saya sakit kusta sejak anakku masih SD kelas VI, sekarang dia sudah kelas IX SMP, biaya dan uang sekolahnya semuanya ditanggung keluarga karena kondisi saya yang seperti ini,’’ ujarnya haru, saat ditemui, Sabtu (6/11/2021).

Suhardi menuturkan, saat penyakitnya kambuh, ia hanya bisa berteriak kesakitan hingga mengucurkan keringat menahan siksa sakit tersebut.

Saat kambuh, tubuhnya akan dipenuhi borok bernanah, ulat bilatung juga akan muncul dan memperparah sakitnya.

Akibat kondisi tersebut, aroma amis tercium cukup tajam dari tubuh Suhardi.

Sehingga sebagian masyarakat di kampungnya merasa takut dan tidak ada seorangpun yang mau mendekat karena mereka menganggap penyakit Suhardi akan menular dan membahayakan mereka.

‘’Semua jijik dengan saya karena memang busuk badan saya, ulat-ulat bermunculan dari kaki sampai dada saya berlubang dan penuh ulat kemarin,’’ lanjutnya.

Suhardi tidak tahu kapan pertama kali ia terpapar kusta, ia hanya tahu beberapa penyakit tiba-tiba datang, saat istrinya meninggal dunia.

Mulai dari asam urat yang membuat kakinya bengkak, disusul penyakit diabetes dan perlahan tubuhnya bernanah lalu muncul banyak borok.

‘’Dokter mendiagnosa penyakit saya ini lepra atau kusta,’’ tegasnya.

Dengan pilu, ia menyesalkan tanggapan masyarakat sekitar yang membuat dirinya merasa terkucilkan akibat penyakit yang dideritanya saat ini.

“Anak saya juga merasakan perundungan dan penghinaan akibat kondisi saya ini,” ujarnya.

Upaya Keluarga Menunjang Biaya Pengobatan

Sementara itu Hajijah, ibu kandung Suhardi, menuturkan, sudah sering membawa anaknya ke RSUD Nunukan, namun penyakit tersebut tidak kunjung sembuh.

Baca Juga:  DPRD Nunukan Minta Pemkab Segera Update Data Miskin dan Memudahkan Akses Berobat dengan Program BPJS Gratis

‘’Semenjak sakit, sudah 17 kali dibawa ke Rumah Sakit, Syukur kami ada BPJS jadi aman saja, tapi sakitnya kambuh dan kambuh lagi,’’ tutur Hajijah.

Untuk menunjang biaya pengobatan, keluarga ini telah menjual seluruh perabotan rumah tangga, dari lemari hingga tempat tidur semua habis tak bersisa.

Namun demikian, semua upaya itu belum bisa mengembalikan kesehatan Suhardi. Ujian berat masih menghampirinya dengan adanya ancaman pengasingan oleh warga.

‘’Warga meminta agar anak saya dibawa saja ke hutan, dibuatkan pondok-pondok asal jauh dari pemukiman penduduk. Saya katakan, saya tidak mau, biarlah saya dimusuhi. Saya tetap akan urus anak saya, karena tidak mungkin saya tinggalkan dia dalam keadaan begini,’’ katanya.

Hajijah dan Suhardi hanya berusaha lebih sabar. Harta benda mereka sudah habis terjual sehingga uluran tangan dan perhatian pemerintah sangat diharapkan untuk meringankan beban mereka.

‘’Sementara ini, anak saya hanya minum air rebusan daun salam saja. Untuk berobat, kami sudah tidak punya uang lagi, kami hanya berusaha semampu kami, semoga ada yang bisa memberikan bantuan untuk keadaan anak saya,’’ harapnya.

Tanggapan Bupati Nunukan.

Kondisi Suhardi ternyata sudah didengar oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, S.E., M.M., Ph.D.

Saat dikonfirmasi atas upaya pemerintah bagi penderita kusta, Laura menjawab selama ini, petugas medis Puskesmas sudah melakukan penjangkauan dan pemantauan.

‘’Besok bagian Kesra saya minta ke lapangan memantau itu bersama petugas Puskesmas, sebenarnya ada program untuk penanganan kusta di Puskesmas,’’ jawabnya.

‘’Laporan yang saya terima memang itu pasien lama sejak 2017. Orangnya gak mau minum obat dan keluarganya juga sudah disuruh ambil obat ke Puskesmas tetap saja tidak mau. Sudah pernah dititip di Pustu, sudah bolak balik dirujuk ke RSUD juga tetap saja putus obatnya,’’ katanya. (Dzulviqor)

 1,976 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...