NUNUKAN, KN – Tiga kebakaran melanda Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sejak Sabtu (30/5/2026) hingga Senin (1/6/2026). Musibah ini melahap gudang penyimpanan, bangunan sarang walet, hingga rumah kepala desa.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Nunukan, Wahyudi Kawariyin, merinci rangkaian peristiwa tersebut pada Senin (1/6/2026) sore.
Gudang Kardus Ludes di Nunukan Timur
Kebakaran perdana terjadi di gudang milik Laode Sadli Jaya Saputra (26) di Jalan Manunggal Bhakti, RT 12, Nunukan Timur, Sabtu (30/5/2026). Api membakar gudang seluas 10 x 20 meter itu hingga asap hitam pekat membumbung ke udara.
Wahyudi menduga puntung rokok remaja yang kerap nongkrong di sekitar lokasi menjadi pemicu utama. Petugas mengerahkan delapan unit mobil pemadam untuk menaklukkan api sekaligus mendinginkan bangunan warga di sekitar area agar si jago merah tidak merambat.
Korsleting Listrik Melahap Sarang Walet
Dua hari berselang, Senin (1/6/2026) pagi, api membakar bangunan sarang walet milik Ancu (30) di Jalan Dewi Sartika, RT 08, Sei Lancang. Warga mendengar dentuman keras dari meteran listrik sebelum api membesar di bangunan 4×6 meter tersebut.
Warga sempat menyiram air secara manual, namun api justru mengganas. Tiga armada pemadam kebakaran akhirnya menguasai situasi. Api sempat menjilat rumah warga di dekat lokasi hingga memecahkan kaca jendela akibat radiasi panas. Wahyudi memastikan tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah karena sarang walet tersebut sudah berproduksi.
Kelalaian di Dapur Picu Kebakaran Sebatik Utara
Pada Senin (1/6/2026) siang, giliran kediaman Kepala Desa Lapri, Syamsu Rijal, di Jalan Poros Polmas, RT 02, Kecamatan Sebatik Utara, yang dilalap api. Syamsu membakar kotak telur sebagai pengusir nyamuk, lalu meletakkannya di atas kompor menyala. Ia meninggalkan dapur menuju ruang tamu.
Begitu kembali, api sudah merambat ke atap dapur. Syamsu menghubungi petugas pemadam sembari memadamkan api bersama tetangga. Tiga unit mobil pemadam berhasil menyelamatkan bangunan tersebut dari kehancuran total.
Protokol Keselamatan Mandiri
Wahyudi mendesak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan aktivitas dapur. Ia menyarankan langkah preventif berikut:
- Ganti kabel listrik yang terkelupas secara berkala.
- Hindari menumpuk steker pada satu titik kontak.
- Pasang regulator gas dengan rapat dan periksa selang secara rutin.
- Awasi kompor setiap saat selama proses memasak.
- Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area dapur atau pintu utama.
”Masyarakat wajib menjaga kewaspadaan setiap saat,” tutup Wahyudi. (Dzulviqor)
![]()





Leave a Reply
View Comments