Site icon Kabar Nunukan

Kawal KIHI dan PLTA, Bahlil Lahadalia Tegaskan Posisi Strategis Kaltara di Peta Industri Masa Depan

TANJUNG SELOR – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kembali mengunjungi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Minggu (30/11). Kedatangan Bahlil, selain untuk urusan kepartaian, juga dimanfaatkan untuk menegaskan posisi strategis Kaltara dalam peta hilirisasi nasional.

Setibanya di Tanjung Selor, Bahlil menegaskan bahwa Kaltara memiliki keunggulan komparatif yang menjadikannya pusat hilirisasi, yaitu kemampuan mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi dengan basis energi terbarukan.

“Kaltara ini punya keunggulan. Ada Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan PLTA besar yang sedang dibangun. Sebagai Ketua Satgas Hilirisasi, saya pastikan Kaltara masuk masterplan hilirisasi nasional yang mengutamakan green energy,” jelas Bahlil.

Bahlil menekankan bahwa produk hilirisasi berbasis energi hijau memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibandingkan industri yang masih menggunakan energi fosil. Hal ini didukung oleh posisi geografis Kaltara yang strategis dan sumber bahan baku yang melimpah, menjadikannya sangat layak menjadi pusat industri masa depan.

Menteri ESDM juga menyoroti peran industri hilirisasi sebagai penopang ekonomi daerah. Ia menyebut, saat sejumlah daerah mengalami penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pembangunan industri hilirisasi melalui investasi besar dapat menjadi penyelamat.

“Saat APBD turun, hilirisasi bisa menjadi penopang. Melalui investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan konsumsi, dampaknya akan terasa hingga ke pajak daerah,” paparnya.

Bahlil menambahkan, kehadiran industri besar di Kaltara akan membawa multiplier effect besar, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga percepatan pembangunan infrastruktur.

Dengan dukungan infrastruktur energi hijau seperti PLTA dan rencana besar pengembangan industri di KIHI, Bahlil yakin Kaltara akan mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya yakin Kaltara akan lebih maju,” tegasnya, menegaskan bahwa Kaltara kini bukan hanya daerah dengan potensi besar, tetapi juga peluang nyata menjadi pusat industri modern Indonesia di bidang energi hijau dan hilirisasi. (adv)

Exit mobile version