Site icon Kabar Nunukan

Kaltara Terang, Menembus Batas Kegelapan di Perbatasan Borneo

Laporan Reporter Radio STI (Jefri)

JAKARTA, KN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memacu realisasi program Kaltara Terang demi menjangkau wilayah minim akses listrik. Sebagai langkah nyata, perwakilan daerah menyambangi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM di Jakarta pada Rabu (14/1) .

Pertemuan ini mengeksekusi hasil pembicaraan Menteri ESDM dan Gubernur Kaltara di Balikpapan pekan lalu. Dinas ESDM Kaltara bersama DPD KNPI Kaltara kini fokus membahas pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah tersebut bertujuan menyalurkan listrik sekaligus menggerakkan ekonomi warga pada 123 desa perbatasan dan pedalaman.

Menghidupkan Nadi Ekonomi Desa

Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, menegaskan urgensi kehadiran listrik untuk memicu produktivitas masyarakat. Ia menilai keterbatasan energi menghambat pertumbuhan potensi lokal di beranda negara.

“Kami meluncurkan program Kaltara Terang pada Oktober tahun lalu sebagai solusi atas ketimpangan energi di wilayah utara,” ujar Yosua.

Yosua memaparkan empat poin utama mengenai implementasi program tersebut:

  • Pemerataan Infrastruktur. Kaltara Terang menyasar pembangunan jaringan listrik pada desa-desa tanpa jangkauan kabel PLN.
  • Pemanfaatan Potensi Alam, Program ini mengandalkan kekuatan arus sungai dan sinar matahari untuk menghasilkan energi bersih secara mandiri.
  • Stimulus Ekonomi, Kehadiran listrik memicu pertumbuhan industri kecil dan pengolahan hasil tani pada tingkat desa.
  • Ketahanan Wilayah, Ketersediaan energi stabil memperkuat posisi desa-desa perbatasan sebagai garda depan kedaulatan negara.

Sinergi Pusat dan Daerah

Yosua menaruh harapan besar pada dukungan penuh Kementerian ESDM. Ia memandang sinergi anggaran serta kebijakan pusat menjadi kunci utama guna menaklukkan tantangan geografis berat di Kalimantan.

“Kami meminta Kementerian ESDM memberikan prioritas pembangunan energi terbarukan bagi warga di pelosok Kaltara,” tegas Yosua.

Ia meyakini dukungan pusat mempercepat pencapaian target rasio elektrifikasi secara menyeluruh. Melalui kolaborasi ini, desa-desa terpencil akan berubah menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri.

Exit mobile version