Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekonomi

Jembatan Timbang Dibutuhkan Jika Pemkab Nunukan Inginkan PAD Dari Rumput Laut

NUNUKAN – Minimnya perhatian pemerintah dan nihilnya regulasi tentang rumput laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dikeluhkan oleh Asosiasi Rumput Laut.

Padahal, jika dikelola dengan serius, komoditi rumput laut di Nunukan, dapat menghasilkan Pemasukan Asli Daerah (PAD) yang cukup menjanjikan.

“Dalam sebulan, pengiriman rumput laut dari Nunukan sekitar 6000 ton. Perputaran uang sekitar Rp. 25 miliar dalam sebulan. Ini cukup besar, padahal sektor ini dimulai oleh masyarakat, dari masyarakat dan bukan pemerintah,”ujar Ketua Asosiasi Rumput Laut Nunukan, Feri, Kamis (23/3/2023).

Pengangkutan rumput laut, kata Feri, sebenarnya membutuhkan armada khusus, karena yang digunakan para pedagang selama ini adalah kapal penumpang.

Selain Kapal Pelni dan Kapal penumpang swasta, ada juga kapal tol laut dan kapal kayu, dengan GT 35.

“Jadi belum ada armada khusus untuk pengangkutan rumput laut di Nunukan. Ini yang saya katakan, masyarakat gerak sendiri, berdaya sendiri. Perhatian pemerintah minim sekali padahal kemandirian ekonomi masyarakat ini tinggal dibina dan seharusnya menjadi perhatian karena mereka tidak bergantung apapun dengan pemerintah,” imbuhnya.

Jika Pemkab Nunukan membutuhkan pemasukan atau anggaran khusus untuk membuat regulasi terkait rumput laut, ataupun perlu dana tertentu untuk sektor rumput laut, pemerintah bisa masuk dengan cara membuat jembatan timbang.

“Sudah lama wacana permintaan jembatan timbang itu disuarakan, itu bisa jadi PAD,” imbuhnya.

Sayangnya, sampai hari ini pemerintah belum memiliki regulasi apapun terkait rumput laut.

Sumbangsih dan peran atau andil pemerintah menjadi pertanyaan para pengusaha rumput laut.

Sampai masalah naik turun harga, pemkab Nunukan juga belum pernah masuk untuk membuat patokan harga yang terus fluktuatif, dimana saat ini, harga rumput laut turun di Rp 20.000 dari sebelumnya Rp 32.000.

Baca Juga:  Masa Pandemi Covid-19, Satgas Pamtas RI – Malaysia Ajak Masyarakat Bercocok Tanam Dengan Membagi Bibit Sayur Mayur

“Kalau andil tidak punya, regulasi tidak ada, ya susah. Semua kembali ke masyarakat, padahal masyarakat sudah mandiri dengan berusaha rumput laut. Jangan bilang komoditi ini inovasi Pemkab Nunukan, ini murni oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat,” tegas Feri. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.