Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kriminal

Ibu Tiri di Sebatik Tega Bunuh Anaknya, Alasannya Cemburu Dengan Kedekatan Anak Bersama Ayahnya

NUNUKAN – Kepolisian Resor (Polres) Nunukan, mengungkap misteri kematian Asmiranda (9) yang ditemukan tewas membusuk, di kolong rumah warga, di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Sabtu, (4/3/2023) lalu.

Wakapolres Nunukan, Kompol William Wilman Sitorus, mengungkapkan, kematian bocah yang sempat dikabarkan hilang tersebut, akibat dibunuh oleh MR (35) yang merupakan ibu sambung dari korban.

Setelah melakukan pembunuhan di rumahnya, di Jalan Dawing RT 05 Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat, MR membuang korban ke kolong rumah warga yang ada di pesisir pantai, berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.

‘’Pembunuhan dilakukan pada Sabtu, (25/2) sekira pukul 10.00 WITA, di dalam rumah, ketika suami pelaku atau ayah korban sedang melaut,’’ ujar William, Senin (6/3/2023).

Menurut pengakuan MR, aksi keji yang dia lakukan lantaran cemburu melihat kedekatan korban dengan ayahnya.

‘’Pelaku awalnya adalah tetangga dekat. Keduanya baru menikah siri sekitar enam bulan. Perhatian suami yang habis untuk putrinya, mendasari perbuatan yang dilakukan pelaku terhadap anak tirinya,’’ jelas William.

Polisi juga mengaku heran dengan ekspresi pelaku yang tidak kelihatan menyesal setelah melakukan pembunuhan yang tergolong sadis tersebut.

Lanjut dia, pelaku mengaku ia sangat emosi karena korban seringkali melawan saat dinasehati.

Kronologis Kejadian

Dari cerita pelaku, ia mendorong tubuh korban dengan kuat, sampai wajah korban berdarah akibat terbentur lantai kamar mandi.

Saat korban belum sempat bangkit, pelaku langsung mengambil balok kayu di dekatnya, dan menghantamkannya ke kepala belakang dan leher korban berulang kali, sampai akhirnya korban babak belur dan sama sekali tak berdaya.

Melihat korban tidak bergerak, pelaku sempat panik. Dalam pengakuannya, pelaku mencoba membawa korban ke Puskesmas, namun di tengah jalan, ia baru sadar tidak membawa uang.

Baca Juga:  Dideportasi Dari Malaysia, Seorang Eks TKI Diamankan Karena Mencuri di Sejumlah Rumah Warga di Nunukan

‘’Kemudian timbul niat pelaku untuk tidak membawa korban berobat. Pelaku akhirnya membawa korban ke siring laut, dan mendorongnya ke bawah kolong rumah warga,’’ lanjutnya.

Kondisi mayat saat ditemukan.

Korban ditemukan warga setempat dalam kondisi membusuk dan dipenuhi bilatung serta bagian kepala yang terpisah dari badan.

Selain itu, terdapat sejumlah luka robek dan lecet pada bagian tubuh korban.

Dari analisa dokter forensik RSUD Nunukan, kematian korban diduga kuat karena kerusakan otak yang berat/gegar otak berat, ditandai dengan keretakan tengkorak korban akibat hantaman balok kayu.

‘’Terkait terpisahnya tengkorak korban, kemungkinan akibat dari pembusukan,’’ jelasnya.

Polisi juga masih menunggu hasil diagnosa dari dokter forensik RSUD, terkait temuan luka lecet dan robek di sejumlah bagian tubuh korban.

Apakah luka tersebut terjadi setelah peristiwa penganiayaan dan pembunuhan, atau terjadi sebelum kejadian tersebut.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu lembar baju lengan panjang warna abu-abu, satu lembar celana panjang warna coklat muda, satu lembar kaos dalam warna biru, satu lembar celana dalam orange, satu lembar celana pendek warna biru gelap, satu lembar baju perempuan warna coklat, dan sebuah balok kayu.

‘’Kita sangkakan pelaku dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman selama lamanya 15 tahun penjara, subsidair pasal 80 ayat (3) UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 15 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3 miliar. Jika yang melakukan orang tuanya, ditambah 1/3 dari ketentuan,’’ tutupnya. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...