NUNUKAN – Isu plagiat pada logo HUT ke 23 Kabupaten Nunukan tiba-tiba menyeruak pasca beredarnya video pendek yang menampilkan logo HUT ke 417 Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Bukan hanya dari segi warna saja yang serupa, adanya gambar padi dan roda, yang merupakan ornamen di angka yang melambangkan usia Nunukan, juga mirip dengan logo HUT Kendal.
Perancang logo, Ramli, mengakui bentuk logo Kabupaten Kendal, memang menjadi salah satu referensi dari karyanya yang telah dinobatkan menjadi pemenang sayembara cipta logo HUT 23 Nunukan.
‘’Setiap desain, tentu ada referensi. Dan saya akui bahwa logo Kabupaten Kendal menjadi salah satu referensi saya dalam membuat logo HUT 23 Nunukan,’’ ujarnya, Rabu (28/9).
Meski demikian, Ramli membantah jika hasil karyanya itu adalah hasil jiplakan. Kemiripan dalam logo, karena sumber inspirasinya hampir sama.
Termasuk tema HUT Nunukan yang bersinergi pulihkan ekonomi. Untuk menggambarkan tagline tersebut, filosofi roda dianggap sangat cocok, karena melambangkan cita dan harapan, agar Kabupaten Nunukan terus maju, dan perekonomian bisa terus berjalan.
Sementara padi, melambangkan adanya kesejahteraan, sebagai lambang pangan, dan kebetulan, Kabupaten Nunukan memiliki padi Adan di Krayan yang identik dengan hal tersebut.
‘’Kalau masalah warna, itu tentang selera. Saya suka warna biru dan paduan kuning, itu yang saya gunakan. Siapapun yang suka warna tertentu, pasti karyanya akan dominan dengan warna kesukaannya,’’ jelasnya.
Menurut Ramli, plagiarisme hanya mengambil utuh karya orang lain dan menjadikannya sebagai hak milik.
Sementara, jika melihat bentuk logo HUT Nunukan, akan sangat berbeda dari segi bentuk angka, maupun pesan yang disampaikan.
Dia menjelaskan, di logo HUT 23 Nunukan, ada motif-motif adat, seperti Lundayeh, Tagalan, Tahol dan Tidung Bulungan, yang tidak dimiliki daerah lain. Termasuk adanya gajah Sebuku.
‘’Saya meminta izin untuk memasukkan motif Lulantatibu ke desain saya. Jadi kalau itu dikatakan plagiat, tentu bukan,’’ tegasnya.
Sementara itu, Kabag Protokol dan Koordinasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Nunukan, Joned, mengatakan, Pemkab Nunukan sudah menetapkan aturan sejak awal terkait orisinalitas karya.
‘’Kalau ternyata itu plagiat, tanggung jawabnya kembali ke peserta sebagaimana dijelaskan dalam aturan lomba,’ ’jawabnya. (Dzulviqor)

