Site icon Kabar Nunukan

Komisi XII DPR RI Tagih Janji Reklamasi Perusahaan Tambang di Kaltara

Laporan Reporter Radio STI (Akbar Agang)
TARAKAN, KN
– Kepala Dinas ESDM Kalimantan Utara, Yosua Batara Payangan, mendampingi Komisi XII DPR RI dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik di Kaltara. Pertemuan ini mempertemukan wakil rakyat, pemerintah daerah, dan pimpinan perusahaan pertambangan dalam Masa Persidangan Tahun Sidang 2025–2026.

Evaluasi Ketat Operasional Batubara

Tim Komisi XII datang membawa misi evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan batubara. Mereka mengupas data lapangan serta menyerap aspirasi langsung dari pelaku usaha. Langkah ini bertujuan memastikan setiap izin usaha berjalan searah dengan aturan lingkungan.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, melayangkan peringatan keras terkait kewajiban pascatambang. Ia menuntut komitmen nyata dari setiap manajemen perusahaan.

“Perusahaan wajib menuntaskan penanaman ulang dan mengelola lahan bekas tambang secara bertanggung jawab,” tegas Dony di hadapan peserta rapat. Ia juga memerintahkan pelaku usaha segera melunasi setoran jaminan reklamasi (jamrek) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Laporan Kinerja Lima Perusahaan

Lima entitas tambang besar hadir memaparkan progres kerja mereka:

  • PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN)
  • PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC)
  • PT Bara Dinamika Muda Sukses
  • PT Mitrabara Adiperdana
  • PT Delma Mining Corporation

Komitmen Daerah dan Keberlanjutan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menaruh perhatian besar pada tata kelola energi yang bersih. Yosua Batara Payangan memastikan jajarannya terus mengawal setiap jengkel operasional perusahaan agar tetap patuh pada regulasi.

“Kami mendukung penuh pengelolaan sektor tambang yang taat aturan serta berkelanjutan,” ujar Yosua. Ia menambahkan, kehadiran industri ini harus mendatangkan manfaat ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di daerah.

Sinergi antara DPR RI dan Pemprov Kaltara ini menjadi sinyal kuat bagi para pengusaha. Semua pihak sepakat menempatkan kelestarian alam sebagai prioritas utama dalam memacu roda ekonomi daerah.

Exit mobile version