Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

DPRD Sarankan Subsidi RSUD Nunukan di APBD Perubahan

NUNUKAN – Persoalan utang RSUD Nunukan, seketika menjadi perhatian publik. Nilai utang yang begitu fantastis, disebut-sebut bakal membawa tempat pelayanan kesehatan tersebut, terancam bangkrut.

Dalam rapat dengar pendapat yang digelar, Rabu (5/6/2024) kemarin, sejumlah wakil rakyat mengemukakan pendapatnya bagaimana agar masalah ini dapat terselesaikan.

Andi Mutamir, mengatakan, masalah ini bukan hal sepele, karena menyangkut nyawa orang banyak. Terlebih RSUD juga memiliki tunggakan di PMI sebesar Rp. 500 juta.

‘’Ini kasus yang seharusnya dibicarakan jauh jauh hari. Tapi baru terbuka setelah mencapai kondisi nyaris tidak tertolong atau stadium akhir. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana nanti kalau ada pasien butuh transfusi darah, apa respons keluarga pasien yang rutin cuci darah. Tolong ini harus segera diselesaikan, dan harus ada solusi hari ini juga,’’ ujar Andi, saat RDP kemarin.

Anggota DPRD lain, Andre Pratama, meminta bagian anggaran Pemkab Nunukan untuk segera memetakan anggaran yang bisa digeser untuk subsidi, karena keberlangsungan RSUD, menjadi hal wajib yang tak bisa ditunda lagi.

Andre menegaskan, tidak perlu membahas mengapa terjadi utang dan bagaimana kinerja managemen RSUD yang lama. Karena hal tersebut sudah ada di Aparat Penegak Hukum (APH).

Untuk diketahui, anggaran BLUD RSUD Nunukan sedang masuk penyidikan Kejari Nunukan, dengan ditemukannya dugaan penyelewengan anggaran penanggulangan Covid-19, sebesar Rp 3,6 miliar di tahun 2022.

Jaksa juga menemukan angka kerugian jauh lebih besar di tahun 2021, yang jumlahnya masih dalam penghitungan BPKP.

‘’Kalau bisa pakai Anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga), mungkin bisa segera digelontorkan saja. Ini masalah sudah parah, kalau tidak ada subsidi, kita akan sama sama menyaksikan RSUD Nunukan tidak beroperasi dan Nunukan tidak punya rumah sakit,’’ kata Andre.

Baca Juga:  BNNK Nunukan Lakukan Tes Urine Pada 13 Pegawai Kantor Pajak, Ini Hasilnya

Usulan Andre, menjadi solusi yang disetujui para Anggota DPRD yang hadir, yaitu, Andi Mutamir, Ahmad Triady, Hendrawan, Adama, Andi Krislina, Nadia, juga Nikmah.

Usulan ini juga menjadi rekomendasi yang disepakati Ketua DPRD Nunukan Rachma Leppa Hafid, dan Ketua Komisi III DPRD Nunukan, Hamsing.

Menyikapu itu, Bagian Anggaran Pemkab Nunukan, Elos, mengatakan, Pemda Nunukan akan segera menggelar rapat untuk mengatasi persoalan utang RSUD Nunukan.

Menurut Elos, Tahun Anggaran 2024, Pemkab Nunukan sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk membantu RSUD mentas dari utang.

Sayangnya, angka tersebut masih jauh dari kata cukup, sehingga utang yang menjadi tanggungan RSUD sejak 2021, terus bertambah.

‘’Kita akan membahas bagaimana mekanisme alokasi pendanaan, dan kajian hukumnya. Kalau BTT, biasanya kita distribusikan ke para korban banjir tahunan di wilayah pelosok perbatasan RI. Jadi berapa besaran yang bisa kita alokasikan, sumber pendanaan, nanti kita bahas dulu dan kita akan beritahukan hasilnya,’’ kata Elos. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...