Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Dituding Menolak Pasien Cuci Darah, Ini Tanggapan dr. Rahma

NUNUKAN – Merasa disudutkan atas pemberitaan telah melakukan penolakan terhadap pasien cuci darah sehingga harus dirujuk ke RSUD Tarakan, dr. Rahma memberikan tanggapan.

Dia mengatakan, mutasi terhadap dirinya ke RS Pratama Sebatik dibarengi dengan pencabutan Surat Izin Praktek (SIP) di RSUD Nunukan.

‘’Sejak mutasi 14 Maret 2022, status saya bukan lagi dokter di RSUD Nunukan, saya sepenuhnya dokter spesialis penyakit dalam di RS Pratama. SIP saya juga sudah saya cabut, pindah ke RS Pratama Sebatik,’’ kata Rahma, Minggu (15/5).

Perihal terbitnya Surat Perintah Tugas dari Dinas Kesehatan juga menjadi sesuatu yang rancu.

Dia justru mempertanyakan mana yang kedudukannya lebih tinggi antara SK Mutasi dan Surat Perintah Tugas.

‘’Mana yang harus saya ikuti? Jadi status saya ini tidak jelas sebenarnya, disisi lain saya dibawah Pernefri dan diatur oleh Permenkes, di sisi lain, saya ASN yang harus patuh pada kebijakan Bupati,’’ imbuhnya.

Perlu diketahui, izin praktek Hemodialisis (HD) ada di bawah Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) melalui MoU dengan RSUD Nunukan yang diperbarui setiap tahun.

‘’Setiap tahun ada perbaruan MoU, dimana harus ada supervisor konsultan ginjal yang ditunjuk. Kalau tidak ada itu, tidak bisa berjalan unit HD. Sementara, RSUD Nunukan belum ada kerjasama dengan Pernefri Makassar,” ujarnya.

Dengan legalitas yang tidak jelas seperti itu, klaim BPJS bahkan tidak akan bisa dicairkan akibat nihilnya penanggung jawab HD.

‘’Masalah ini sudah sampai Pernefri pusat. Saya khawatir mereka beri sanksi ke Nunukan. Kalau ada sanksi, unit HD tidak akan beroperasi, bagaimana nasib para pasien HD yang kardiovakuleris itu?,’’ jelasnya lagi.

Dia menambahkan, penanganan HD bukan perkara sederhana, karena berkaitan erat dengan nyawa dan keselamatan pasien ketika cuci darah sedang berlangsung.

Baca Juga:  Kapolsek dan 44 Personel Polsek Nunukan Kota Jalani Pemeriksaan Urine Mendadak

Mulai dari dokter penanggung jawab, peralatan medis, hingga perawat, merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan.

Hal dimaksud sejalan dengan Surat Perintah Tugas yang diberikan Dinas Kesehatan melalui permintaan Direktur RSUD Nunukan.

“Saya dijadwalkan melayani pasien Kamis sampai Sabtu, lalu Senin sampai Rabu, siapa yang bertanggung jawab? Saya juga bukan power ranger, yang rasional lah. Lagian kalau ada apa-apa, bukannya saya juga yang disalahkan?,’’ tambahnya.

Disinggung soal sumpah dokter Rahma menegaskan, sebagai anak daerah yang sudah mengabdi sebagai dokter selama 20 tahun ia telah melayani berbagai wilayah pelosok terisolir di Kabupaten Nunukan melalui program dokter terbang, dokter terapung, dan program lain untuk perbatasan RI – Malaysia.

Bahkan, ia mengaku bagian dari yang mengupayakan adanya unit HD di RSUD Nunukan, dan selama hampir 7 tahun ini tidak pernah ada masalah yang terjadi.

‘’Saya terus berusaha memajukan pelayanan RSUD Nunukan, banyak yang perlu diperhatikan terkait HD, meski banyak tawaran dari sejumlah Rumah Sakit di luar Kaltara, saya masih ingin memajukan daerah sendiri. HD Itu sistem pelayanan khusus dengan tenaga khusus yang bersertifikasi, meski saya bingung karena dimutasi tanpa ada dokter HD yang bisa menggantikan saya, saya tetap patuh sebagai ASN,’’ tegasnya. (Dzulviqor)

 7,880 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...