Penulis : Very Setya
Tana Tidung, KN – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara bergerak taktis menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Tepat pada Selasa, 12 Mei 2026, Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial menggelar Sosialisasi dan Edukasi Penanggulangan Bencana bagi warga Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung. Agenda ini bertujuan memacu kesiapsiagaan masyarakat pada wilayah rawan tersebut.
Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tana Tidung serta Pemerintah Kecamatan Betayau mendukung penuh kegiatan ini. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung hadir sebagai narasumber guna membagikan pemahaman praktis mengenai langkah-langkah darurat.
Memperkuat Ketangguhan Lokal
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Frans Jefri, mengapresiasi partisipasi aktif seluruh pihak selama kegiatan pada Selasa kemarin. Ia menilai keterlibatan warga menjadi kunci utama guna memperkuat ketangguhan daerah menghadapi risiko alam yang sulit terprediksi.
“Provinsi Kalimantan Utara, termasuk wilayah Tana Tidung, memiliki kerentanan terhadap berbagai bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, tanah longsor, serta gempa bumi. Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih waspada, tanggap, dan mampu mengambil langkah tepat saat bencana terjadi,” ujar Frans Jefri.
Jefri menambahkan, kolaborasi antarlembaga dan warga mempercepat respons saat situasi darurat. Pemahaman mitigasi sejak dini mengecilkan risiko kerugian bagi penduduk lokal secara signifikan.
Mencetak Agen Mitigasi
Sosialisasi ini menghimpun perwakilan warga dari setiap desa di Kecamatan Betayau. Tokoh pemuda melalui Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) serta tokoh masyarakat setempat juga mengawal kegiatan ini hingga tuntas.
Pemerintah membekali peserta dengan pengetahuan dasar sekaligus melatih mereka menjadi agen perubahan dalam mitigasi bencana. Harapannya, warga mampu memimpin aksi tanggap darurat secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Sebagai bukti komitmen nyata, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara menyerahkan bantuan logistik berupa 5 unit tenda kepada masyarakat. Jefri menegaskan bantuan ini merupakan stimulan agar warga memiliki kesiapan fasilitas dasar secara mandiri.
”Kami menyerahkan lima unit tenda ini sebagai langkah konkret. Kami ingin warga memiliki sarana evakuasi sementara yang siap mereka gunakan kapan saja tanpa harus menunggu bantuan dari pusat kota saat akses terputus,” pungkas Frans Jefri.
Langkah strategis ini mengawali upaya perwujudan masyarakat Kalimantan Utara yang tangguh, tangkas, dan tanggap bencana. Kegiatan ini sekaligus menjalankan amanat Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2008 mengenai pendidikan serta pelatihan bagi warga dalam menghadapi situasi darurat.
![]()





Leave a Reply
View Comments