NUNUKAN, KN – Brigsena GAMKI Provinsi Kalimantan Utara menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, pada Sabtu dan Minggu, 13-14 September 2025
Kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata Brigsena GAMKI Kaltara dalam mempersiapkan kader yang tanggap terhadap kebencanaan, khususnya di daerah yang rawan banjir dan longsor.
Menurut Ketua Panitia Diklatsar, Januadi Rombe, narasumber kompeten dari Brigsena Komando Nasional, Koramil Kecamatan Sembakung, dan BPBD Kabupaten Nunukan mengisi materi pelatihan.
Terkait hal itu, Panglima Komando Daerah Brigsena GAMKI Kaltara, Bajib Misak, menjelaskan alasan pemilihan lokasi.
“Kami memilih daerah ini sebagai perhatian khusus karena kerawanan bencana seperti banjir dan longsor. Diklatsar ini penting untuk membekali kader dengan pengetahuan terkait tanggap, pencegahan, dan mitigasi bencana,” ujar Bajib.
Di samping itu, Juni Henti Putri, perwakilan dari Brigsena GAMKI, menjelaskan bahwa Brigsena GAMKI merupakan sayap paramiliter GAMKI yang sudah berdiri sejak 1965.
Organisasi ini memiliki tugas utama membentuk kader yang militan dan nasionalis, serta berperan sebagai benteng keamanan untuk menjaga ketertiban di lingkungan gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.
Selama beberapa tahun terakhir, kata Juni, “kami fokus melakukan kegiatan Diklatsar di seluruh Indonesia. Brigsena GAMKI akan terus mendukung penuh program-program yang pemerintah jalankan di Kalimantan Utara.”
Selain itu, Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, yang hadir dan membuka kegiatan Diklatsar dengan memukul gong, menyambut baik inisiatif tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur berharap Brigsena GAMKI Kaltara dapat terus bersinergi dengan pemerintah provinsi.
“Saya harap Brigsena GAMKI Kaltara dapat berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan keamanan, serta menjadi garda terdepan dalam tanggap lapangan dan menjaga kedamaian, khususnya di Provinsi Kalimantan Utara,” tutup Gubernur. (Lia)

