Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

BNNK Nunukan Gencarkan Edukasi dan Konsekuensi Penyalahgunaan Daun Kratom

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan Kalimantan Utara menegaskan bahwasanya daun Kratom atau mitragyna speciosa korth masuk kategori narkotika golongan I.

Dengan demikian maka kratom masuk satu golongan dengan ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium.

‘’Karena sudah masuk narkotika, perlakuan bagi penyalahguna juga sama dengan pelaku narkoba. Pasal dan hukumnya sama,’’ ujar Kepala BNNK Nunukan Kompol Sunarto pada jumpa pers dalam agenda penguatan sinergitas media massa dan sosialisasi tema BNNK ‘’War on Drugs’’, Selasa (28/9/2021).

Diketahui daun Kratom tumbuh subur secara liar di wilayah dataran Kalimantan, seperti Kecamatan Sebuku dan hutan-hutan di wilayah perbatasan RI – Malaysia.

“Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dengan tinggi batang antara 4-16 meter,” tambahnya.

Dampak Mengkonsumsi Daun Kratom

Tumbuhan dimaksud merupakan tanaman keluarga kopi (Rubiaceae) yang mengandung alkaloid penting seperti kafein.

Sebagian masyarakat Indonesia menjadikan daun kratom sebagai obat herbal untuk berbagai macam penyakit.

Mulai dari kecanduan opioid, penghilang rasa sakit, hingga mengatasi kecemasan.

Cara mengkonsumsinya juga sangat mudah, cukup diseduh seperti teh atau dalam bentuk kapsul.

‘’Selama ini daun Kratom memang dikenal sebagai bahan dasar obat herbal untuk meredakan lelah dan meningkatkan stamina. Tapi imbasnya yang bisa menstimulasi reseptor otak layaknya morfin, itu yang berbahaya,’’ jelasnya.

Selain itu, daun kratom juga kerap dijadikan obat diare oleh masyarakat, namun efek lainnya dapat mengakibatkan euforia atau bekerja layaknya obat bius yang membuat emosi dan sensasi yang dirasakan otak menjadi berantakan.

Hal tersebut terjadi karena efek alkaloid mitragynine dan 7-hydroxymitragynine yang merupakan kandungan bahan aktif dalam daun kratom.

Tubuh akan merasakan efek samping daun kratom dalam waktu 10 menit setelah dikonsumsi. Efek itu bisa bertahan sekitar 1,5 jam.

Baca Juga:  Salat Iduladha Diimbau Dilakukan di Lapangan, Anak Belum 10 Tahun dan Lansia Dianjurkan Tetap di Rumah

Apabila dikonsumsi dalam jumlah besar, efeknya bisa mencapai 5 jam. Dalam waktu itu pula, daun kratom dapat membuat koordinasi motorik tubuh terganggu, seperti yang terjadi pada orang mabuk.

‘’Kita segera lakukan edukasi dan sosialisasi Kratom kepada masyarakat khususnya pedalaman Nunukan. Kita juga akan melakukan pemusnahan jika memungkinkan nantinya,’’ katanya. (Dzulviqor)

 561 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...