Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Air Sungai di Sebuku Diduga Tercemar Limbah Dari PT NBS, Masyarakat Ancam Tutup Perusahaan

NUNUKAN – Warga adat Desa Lulu Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, mengeluhkan, sungai Melaki di kampung mereka, yang selama ini menjadi sumber air bagi warga setempat, tiba-tiba keruh dan berubah kehitaman serta berbau.

Kepala Desa Lulu, Bajo, mengatakan, perubahan tersebut diduga akibat adanya tanggul limbah perusahaan PT. Nunukan Bara Sukses (NBS) yang jebol.

‘’Kami lakukan investigasi bersama sama warga, ternyata keruhnya air sungai memang akibat tanggul limbah perusahaan (PT.NBS) yang jebol,’’ ujarnya, dihubungi, Kamis (30/3/2023).

Kasus tersebut, sudah dilaporkan ke Polisi juga ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Masyarakat juga menuntut ganti rugi dan tanggung jawab perusahaan atas kejadian tersebut.

Kejadian dugaan tanggul limbah yang jebol, kata Bajo, sudah terjadi sepekan lalu. Perusahaan PT NBS juga mengirim truk tanki air untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga Desa Lulu.

Selain itu, pihak perusahaan telah memasang sambungan pipa air yang menyedot bagian sungai yang tidak tercemar untuk dialirkan ke warga setempat.

‘’Kejadian ini bukan kali pertama, Tahun 2022 juga pernah terjadi kebocoran limbah. Ikan ikan banyak mati waktu itu, dan kita selesaikan lewat adat,’’ imbuhnya.

Untuk kasus dugaan tanggul limbah yang jebol kali ini, Bajo, juga mengatakan kembali diserahkan ke para tokoh adat.

‘’Sampai saat ini, kami belum mendapat penjelasan dan bentuk ganti rugi sebagai tanggung jawab perusahaan. Kalau hari ini kami belum mendapat jawaban itu semua, besok 31 Maret 2023, kami setop operasi perusahaan,’’ tegasnya.

Kapolsek Sebuku, Iptu Siswandoyo, mengatakan, kasus yang sedang ramai ini masih dalam tahap mediasi.

Antara perusahaan dan warga sedang urun rembug dan mencoba islah, dengan sejumlah permintaan juga komitmen pihak perusahaan.

Baca Juga:  Inovasi Kemah Sauna dan Resep Herbal Suku Dayak Lundayeh Untuh Cegah COVID-19.

‘’Kasus jebolnya tanggul limbah perusahaan masih belum jelas. Apakah itu limbah atau bukan kita masih selidiki. DLH juga belum memberi hasil penelitian sampel yang diambil. Tapi mediasi dilakukan dan hari ini akan ada jawaban pihak perusahaan. Semoga tidak berujung aksi penutupan perusahaan,’’ kata Siswandoyo. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...